BERANDA》MAKALAH》Jaringan Komputer 1
MODUL 4 & 5 SUBNETTING
A.
Subnet
Jumlah
IP Address Versi 4 sangat terbatas, apalagi jika harus memberikan alamat semua host di Internet. Oleh karena itu, perlu dilakukan efisiensi dalam penggunaan IP Address tersebut supaya dapat mengalamati semaksimal mungkin host yang ada dalam satu jaringan.
Konsep subnetting dari IP Address merupakan teknik yang umum digunakan di Internet untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan
IP Address.
Metode ini merupakan
metode pengalamatan IPv4 tingkat
lanjut, muncul karena ada ke-khawatiran persediaan IPv4 berkelas tidak
akan
mencukupi kebutuhan, sehingga
diciptakan metode lain untuk memperbanyak
persediaan IP address.
Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa selain menggunakan metode classfull untuk pembagian IP address, kita juga dapat menggunakan metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas), menggunakan
notasi penulisan singkat dengan prefix.
Subnetting merupakan proses memecah satu kelas IP Address
menjadi beberapa subnet dengan
jumlah host yang lebih sedikit, dan untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask.
B. Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Diperkenalkan oleh lembaga IETF pada tahun 1992, merupakan konsep baru untuk mengembangkan Supernetting dengan Classless Inter-Domain Routing. CIDR menghindari cara pemberian IP Address tradisional menggunakan klas A, B dan C. CIDR menggunakan “network prefix” dengan panjang tertentu. Prefix- length menentukan jumlah “bit sebelah kiri” yang akan dipergunakan sebagai network ID.
C. Variable Length Subnet Mask (VLSM)
Jika pada pengalokasian IP address classfull, suatu network ID hanya memiliki satu subnetmask, maka VLSM menggunakan metode yang berbeda, yakni dengan memberikan suatu network address lebih dari satu subnetmask. router. Pada server terdapat dua network interface, masing-masing.
Comments
Post a Comment