VLAN JARINGAN (Basis STEM)

 >BERANDA >Literasi Digital >4 Materi Kompetensi...


 

 

 

 Penjelasan

     Yang berikut ini dari mata pelajaran Adm. Infra Jaringan. Materi yang di bahas adalah VLAN, mungkin terdengar seperti "Villain" tapi bukan ya (hehe). Dari pada salah sangka meding  kita baha.
A. Pengertian VLAN
1. Teknologi VLAN
     Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. VLAN dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik.
2. Perbedaan Mendasar antara LAN dan VLAN
     LAN adalah sebuah jaringan area lokal yang didefinisikan dan dinaungi oleh alamat network dan alamat broadcast yang sama.
     VLAN atau Virtual LAN yaitu sebuah jaringan LAN yang secara virtual dibuat di sebuah switch.
     Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network (LAN) dengan Virtual Local Area Network (VLAN) adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan.

B. Alasan Menggunakan VLAN

1. Penggunaan VLAN
     Pada beberapa kasus, jika sebuah Switch/HUB menghubungkan 100 komputer dalam satu LAN, pada saat terjadi broadcast tentunya setiap komputer akan mengirim paket ke 99 komputer lainnya, kemungkinan yang terjadi bisa saja 1 komputer atau lebih mengirim broadcast di waktu yang bersamaan, tentunya akan menguras banyak sekali bandwidth. Oleh karena itu, perlu dibagi menjadi beberapa VLAN, misalnya membuat 5 VLAN. Jadi masing-masing VLAN hanya terdiri dari 20 komputer. Tentu saja ada perbedaan antara Broadcast ke 19 komputer dengan broadcast ke 99 komputer.

2. Kelebihan VLAN
a. Menghemat Biaya
     Pada umumnya, secara fisik 1 LAN menggunakan satu Switch. Jika ada 3 LAN, maka membutuhkan 3 Switch.
Tetapi, dengan menggunakan topologi VLAN, hanya cukup menggunakan 1 buah Switch untuk memisahkan LAN, tanpa harus membeli switch baru untuk LAN lainnya. Selain itu topologi VLAN juga memberikan solusi dalam penghematan penggunaan bandwidth yang ada dan mampu mengurangi biaya apabila hendak melakukan upgrade untuk perluasan network.
b. Keamanan Jaringan
     Misalnya Komputer 3 terhubung ke switch di interface 3. Walaupun Komputer 3 mengubah IP menjadi 192.168.1.0/24,  Komputer 3 tidak akan bisa berkomunikasi dengan Komputer 1 karena Komputer 3 berada di VLAN 2, adapun Komputer 1 berada di VLAN 1. Untuk dapat melakukan komunikasi antar VLAN, dibutuhkan perangkat Layer 3 seperti Router atau Switch layer 3.
c. Kinerja Jaringan Meningkat
     Pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.
d. Broadcast Storm Mitigation
     Pembagian jaringan menjadi beberapa VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadi karena adanya pembatasan broadcast domain.
e. Efisiensi Pengelolaan Jaringan
     Membangun VLAN akan memudahkan manajemen jaringan, karena pengguna yang membutuhkan sumber daya berbagi dalam segmen yang sama.
f. Simpler Project Or Application Management

1) Normal Range VLAN (1 – 1005)
Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah.
a) Nomor ID 1002 sampai 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
b) ID 1, 1002–1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.
c) Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. File ini
disimpan dalam memori flash pada Switch.
d) VLAN trunking protocol (VTvP),yaitu yang membantu manajemen VLAN,
nanti dipelajari di bab 4, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.

2) Extended Range VLAN (1006 – 4094)
a) Memampukan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan oleh perusahaan berskala besar yang menggunakan jumlah VLAN lebih dari normal.
b) Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
c) Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
d) VTP tidak bekerja.
3. Terminologi di dalam VLAN
     Berikut ini adalah beberapa terminologi di dalam VLAN.
a. VLAN Data
     VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.
b. VLAN Default
     Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.
c. Native VLAN
     Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. Port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN.
d. VLAN Manajemen
     VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet
mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP.
e. VLAN Voice
     VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhususkan untuk komunikasi data suara.

4. Tipe VLAN dalam Konfigurasi
Terdapat tiga tipe VLAN dalam konfigurasi, yaitu sebagai berikut.

a. Static VLAN
     Pada static VLAN, port switch dikonfigurasi secara manual.
Konfigurasi:
SwUtama#config Terminal Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z.
SwUtama(config)#VLAN 10
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Mahasiswa
SwUtama(config-vlan)#exit
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/2
SwUtama(config-if)#switchport mode access
SwUtama(config-if)#switchport access VLAN 10

b. Dynamic VLAN
     Mode ini digunakan secara luas dalam jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.

c. Voice VLAN
     Port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung.
Konfigurasi:
SwUtama(config)#VLAN 120 SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Voice
SwUtama(config-vlan)#exit
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/3
SwUtama(config-if)#switchport voice VLAN 120

5. Implementasikan VLAN
     Anda memerlukan VLAN ketika kondisi jaringan Anda sebagai berikut.
a. Memiliki lebih dari 200 node perangkat di dalam jaringan Anda.
b. Banyak terjadi traffic broadcast di jaringan Anda.
c. Anda ingin membagi beberapa user Anda menjadi grup-grup tersendiri untuk meningkatkan keamanan.
d. Mengurangi traffic broadcast yang banyak disebabkan oleh serangan virus dan program pengganggu lain yang akan memporak porandakan jaringan Anda atau Anda hanya ingin membuat beberapa virtual switch dari switch yang sudah ada.

C. Jenis VLAN

1. Jenis VLAN berdasarkan Pemberian Membership
     Berdasarkan perbedaan pemberian membership, VLAN dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.
a. Port Based
     Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk (VTP).
b. MAC Based
     Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address.
Setiap switch memiliki tabel MAC Address untuk setiap komputer beserta kelompok
VLAN tempat komputer itu berada
c. Protocol Based
     Karena VLAN bekerja pada layer 2 (OSI) maka dapatdilakukanpenggunaan protokol (IP dan IP Extended) sebagai dasar VLAN.
d. IP Subnet Address Based
     Selain bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN.
e. Authentication Based
     Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer menggunakan protokol 802.1x.

2. Jenis VLAN berdasarkan Tipe Koneksi
Adapun berdasarkan tipe koneksi, VLAN dapat dibagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut.
a. Trunk Link.
b. Access Link.
c. Hibrid Link (Gabungan Trunk dengan Access).

D. Prinsip Kerja VLAN

1. Filtering Database
     Berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Isi dari filtering database antara lain sebagai berikut.
a. Static Entries
1) Static Filtering Entries
     Memilah apakah suatu data akan dikirim atau dibuang atau bahkan dimasukkan ke dalam dinamic entries.
2) Static Registration Entries
     Memilah apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab terhadap jaringan VLAN tersebut.
b. Dynamic Entries
1) Dynamic Filtering Entries
     Memilah apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang.
2) Group Registration Entries
     Memilah apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau tidak. Dynamic Registration Entries memilah port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN.

2. Tagging
     Saat sebuah data dikirimkan maka harus ada yang menyatakan tujuan data tersebut (VLAN tujuan). Informasi ini diberikan dalam bentuk tag header, sehingga informasi dapat dikirimkan ke user tertentu saja (user tujuan). Di dalamnya berisi format MAC Address.
Adapun jenis dari tag header ada dua, yaitu sebagai berikut.
a. Ethernet Frame Tag Header.
b. Token Ring and Fiber Distributed Data Interface (FDDI) tag header.
Okey, terimakasih  telah membaca dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa lagi...

Comments